5 tempat yang wajib dikunjungi di Banda Aceh

Dibandingkan dengan tujuan wisata populer lainnya di Indonesia, Banda Aceh mungkin adalah salah satu provinsi yang jarang dikunjungi di negara ini. Hukum syariah di Banda Aceh sangat ketat, dan isu keselamatan menduduki puncak daftar alasan mengapa orang tidak pergi ke provinsi ini. Ketika hancur akibat tsunami n 2004, Banda Aceh kehilangan sebagian besar daya tariknya.

Tapi, sekarang Banda Aceh kembali menjadi salah satu tempat terindah di Indonesia. Pemerintah telah mengorganisir kembali sektor pariwisata dengan baik untuk menarik lebih banyak pengunjung. Ada banyak tempat menarik yang wajib untuk dikunjungi saat berada di Banda Aceh. Selain perjalanan, Anda juga bisa mengunjungi Pulau Weh, salah satu surga menyelam di Indonesia, yang mudah diakses dari Aceh.

Inilah destinasi yang harus dikunjungi di Banda Aceh:

Museum Tsunami
aceh 1
Tsunami tahun 2004 merupakan bencana besar yang pernah terjadi di Indonesia. Museum Tsunami dirancang sebagai penghormatan yang ampuh bagi mereka yang kehilangan nyawa saat air mengamuk ke provinsi tersebut. Ini juga berfungsi sebagai pusat pendidikan dan tempat berlindung jika tsunami kembali terjadi.
Kunjungan ke museum ini dimulai dengan berjalan-jalan melalui terowongan gelap dengan air mengalir yang melambangkan gelombang tsunami, dengan suara yang mengerikan dan suara air yang deras di sekitar Anda. Ini diikuti oleh sekumpulan gambar kehancuran yang diproyeksikan dari wadah nisan-nisan, dan ruang melingkar yang diukir dengan nama-nama orang yang hilang. Di lantai atas, sebuah galeri foto untuk membangun kembali, kehilangan, harapan, perpindahan dan keluarga yang dipertemukan kembali ditampilkan. Selain itu, ada juga cerita tentang selamat dan alat simulasi gempa elektronik untuk mengingat bencana.


Alamat:

Jalan Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh

Jam buka: Selasa – Minggu 9 pagi – 12 siang, and 2 siang – 4.30 siang; Jumat 9 pagi – 11.30 pagi and 2.30 – 4.30 siang

Masjid Raya Baiturrahman

Aceh 2

Ini adalah tempat yang harus dikunjungi saat Anda berada di Banda Aceh. Ini adalah masjid utama di Banda Aceh dan dibangun pada abad ke 19 oleh Belanda. Masjid ini bertahan utuh setelah gempa dan tsunami 2004, sebuah tanda yang ditafsirkan oleh banyak warga sebagai intervensi langsung oleh Ilahi. Pasca bencana tersebut, masjid tersebut berfungsi sebagai pusat krisis yang tidak resmi bagi korban selamat, dan badan-badan yang menunggu identifikasi diletakkan di lapangan umum di depan masjid.

Terlepas dari sejarahnya, Masjid Raya Baiturrahman sangat indah. Pada malam hari, itu menyala indah dengan penerangan strategis. Waktu terbaik untuk berkunjung (dan menangkap beberapa saat) adalah saat sholat Jum'at karena masjid akan dipenuhi orang. Perhatikan bahwa jika Anda berkunjung Anda harus berpakaian konservatif dan wanita harus mengenakan jilbab.

Alamat:

Jalan Mohammad Jam, Kampung Baru, Banda Aceh

Jam buka: 7 – 11 pagi dan 1.30 – 4 siang

Taman Gunongan

aceh 3

Taman Gunongan mewakili cinta Sultan Iskandar Muda untuk istri mudanya Putri Phang dari Pahang, Malaysia. Tempat ini sebagai tempat bermain pribadi dan tempat pemandian bagi sang putri. Bangunan itu terdiri dari serangkaian puncak putih dengan tangga sempit dan jalan setapak menuju pegunungan, yang mewakili bukit-bukit tanah kelahiran sang putri.

Di sebelah Guningan adalah kuburan Kandang Gunongan dimana Sultan Iskandar Thani berada. Dia adalah suami Sri Ratu Syafiatuddin, putri Iskandar Muda. Dia mengambil alih kesultanan, dan kuburan itu dibangun oleh istrinya yang mengambil alih kekuasaan dan menjadi salah satu Sultan pertama (sultan perempuan).

Alamat:

Jalan Teuku Umar, Sukaramai, Banda Aceh

Jam buka: 8 pagi – 6 siang

PLTD Apung

Aceh 4
PLTD Apung adalah pengingat bencana tsunami lainnya di tahun 2004. Sebenarnya ini adalah pembangkit listrik terapung 780 ton yang pernah berlayar di perairan sekitar Aceh. Saat tsunami menabrak daratan, air itu dibawa oleh perairan sejauh 4 kilometer ke pedalaman. PLTD Apung sekarang dipelihara dalam posisi barunya sebagai monumen tsunami yang besar. Pengunjung bisa naik kapal dan berjalan-jalan.

Alamat:

Punge Blang Cut, Jaya Baru, Banda Aceh

Jam buka: 8 pagi – 5.30 sore

Museum Negeri Banda Aceh
aceh 5
Museum Negeri Banda Aceh or The Aceh Museum is worth exploring if you want to learn more about the culture of Aceh. Inside the museum you will find some collections with photographs and memorabilia like textiles, swords, and farming equipments.

The signature piece at Museum Negeri Banda Aceh is a stuffed baby buffalo with two heads.

Alamat:

Jalan Sultan Alauddin Mahmudsyah, Baiturrahman, Banda Aceh

Jam buka: Selasa sampai Minggu 8pagi – 12 siang dan 2 – 4.30 sore; Jumat 8.30 pagi – 11.30 siang dan 2.30-4 sore
Sumber: www.indoindians.com/5-mustvisit-destinations-in-banda-aceh/