Begini Strategi Agar Bisnis Ritel Tak Lesu Imbas Covid-19

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja memberikan masukan kepada pelaku usaha yang berkecimpung dalam sektor bisnis ritel dengan konsep hypermarket agar beralih ke model usaha supermarket.

“Salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh sektor usaha dengan konsep hypermarket adalah mengurangi/memperkecil luasan toko ataupun mengubahnya menjadi supermarket karena saat ini kinerja sektor usaha supermarket relatif masih baik,” kata Alphonzus kepada Limapagi.com, Selasa, 25 Mei 2021.

Kondisi pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia sampai saat ini, menjadi faktor utama menurunnya tingkat daya beli masyarakat, imbas dari menurunnya nilai perekonomian nasional.

“Daya beli masyarakat merosot cukup dalam sehingga tidak lagi berbelanja secara banyak di hypermarket seperti sebelumnya. Sekarang masyarakat cenderung berbelanja seperlunya dan secukupnya saja,” ujar dia.

Sementara itu, adanya kebijakan yang membatasi ruang gerak masyarakat di era pandemi, menjadi penyebab merosotnya kinerja sektor usaha hypermarket. Sebagai contoh pemerintah menerbitkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia.

“Masyarakat dibatasi mobilitasnya sehingga cenderung berbelanja di tempat yang terdekat dengan rumah yaitu seperti minimarket dan sejenisnya,” ucap Alphonzus.

Diberitakan sebelumnya, PT Hero Supermarket Tbk (Hero Group) memberikan keputusan untuk menutup seluruh gerai Giant di Indonesia pada akhir Juli 2021 mendatang. Alasannya, Hero Group ingin fokus untuk pengembangan bisnis IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket.

Direktur HERO Hadrianus Wahyu Trikusumo menuturkan, keputusan ini sudah ditinjau dengan cukup strategis dari semua lini bisnis.

“Sebagai bagian dari fokus baru ini, perseroan akan mengubah hingga lima gerai Giant menjadi IKEA. Gerai Giant lainnya di Indonesia akan ditutup pada akhir Juli 2021,” kata Hadrianus dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa 25 Mei 2021.



Sumber :
Rommy Yudhistira, Reporter
Limapagi.com