6 Fakta Giant Tutup, Karyawan Masih Bisa Kerja dengan Syarat

PT Hero Supermarket Tbk atau Hero Group memutuskan untuk menutup seluruh gerai Giant di Indonesia di akhir Juli 2021 mendatang. Sebagai gantinya, peruzahaan akan fokus mengembangkan merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket, karena dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Giant.

"Selain itu, PT Hero Supermarket Tbk. juga sedang mempertimbangkan untuk mengubah sejumlah gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket," kata Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk (HERO) Patrik Lindvall melalui keterangannya, Selasa (25/5/2021).
Ada sejumlah fakta menarik dari penutupan gerai ini. Berikut Okezone merangkumnya pada, Senin (31/5/2021).

1. Lima gerai Giant akan diubah jadi IKEA
Sebagai bagian dari fokus baru ini, PT Hero Supermarket Tbk. akan mengubah hingga lima gerai Giant menjadi IKEA, yang diharapkan dapat menambah aksesibilitas bagi pelanggan.

2. Penyebab Giant Gulung Tikar
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, pandemi membuat pergerakan masyarakat dibatasi sehingga traffic pengunjung ke gerai dengan konsep hypermarket menjadi menurun. Selain itu pandemi juga membuat daya beli masyarakat melemah. Adanya pemutusan hubungan kerja dan potongan gaji membuat konsumsi rumah tangga menurun.

"Penyebab merosotnya kinerja sektor usaha dengan konsep hypermarket yakni masyarakat dibatasi mobilitasnya sehingga cenderung berbelanja di tempat yang terdekat dengan rumah yaitu seperti minimarket dan sejenisnya,” ucapnya.

3. Karyawan Giant akan dapat kompensasi
Head of Corporate and Consumer Affairs Hero Supermarket, Diky Risbianto menjelaskan, pihaknya akan memastikan setiap karyawan yang terdampak diberikan kompensasi di atas jumlah yang direkomendasikan pada UU Cipta Kerja.

4. Terpaksa menganggur, begini curhatan karyawan Giant
Dalam situasi pandemi, salah satu pegawai Giant Bekasi mengungkapkan kesedihannya karena harus meninggalkan pekerjaannya selama ini. Ia berencana akan membuka usaha warung di rumah untuk penghasilan tambahannya.

"Paling saya buka warung di rumah setelah ini dan mencoba melamar di tempat lain," ungkap salah satu karyawan yang tidak mau disebut namanya.

Selain itu, ada karyawan yang mengekspresikan kesedihannya melalui video yang diunggah di Instagram. "Giant itu salah satu retail yang sangat amat memanusiakan manusia. Bahkan saat covid gaji masih full, THR masih full, dan bonus kita pun masih cair. Sedih sih sebenarnya, tapi hidup kita masih terus berjalan," kata salah satu karyawan Giant dalam video yang diunggah Instagram @insta.nyinyir

5. Kata Menaker tentang Penutupan Giant
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah pun memberikan tanggapannya terkait nasib 3.000 karyawan gerai Giant pasca penutupan gerai tersebut. "Banyak kasus yang kami dengar, ada beberapa perusahaan yang memang mengalami penurunan produksi, kami juga telah mendengar terkait kasus terakhir," ujar Ida saat ditemui usai nobar Tjoet Nyak Dien di XXI Plaza Senayan

Dia mengatakan, pihaknya terus bermediasi dengan pihak pekerja dan juga oleh pihak IPM Jamsos."Kami juga mengundang pihak manajemen perusahaan dan serikat-serikat pekerja untuk bermediasi bersama," pungkas Ida.

6. Karyawan Giant Masih Bisa Kerja dengan Syarat
Head of Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket Tbk Diky Risbianto mengatakan, saat ini sedang menangani nasib karyawan Giant yang terdampak penutupan. Pihaknya berjanji akan membantu seluruh karyawan sepanjang proses transisi ini.

"Anggota karyawan yang terdampak penutupan dapat melamar pekerjaan di lini bisnis kami yang lain. Dalam situasi saat ini, kami belum dapat memberikan informasi secara terperinci hingga seluruh proses peralihan terfinalisasi," ucap Dicky.


Sumber :
Giri Hartomo, Jurnalis
economy.okezone.com/