RS Siloam Gelar Vaksinasi Covid-19 Lansia di Lippo Mall Kemang

Rumah Sakit Siloam menggelar kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat lanjut usia (lansia), di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan. Tahap pertama, tim vaksinator akan melayani 2.035 lansia dalam satu pekan ke depan.

"Jadi sesuai arahan dari Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, pada hari Jumat kemarin, itu kita mendapat kehormatan untuk membantu percepatan pelayanan vaksinasi pada lansia terutama yang sudah umur di atas 60 tahun yang sudah terdaftar di Kemkes. Ini kalau tidak salah jumlahnya tahap pertama 13.549 lansia. Dan, sesuai arahan kepala dinas kami diberi kesempatan untuk melayani 2.035 orang yang diharapkan bisa selesai dalam waktu seminggu sampai 10 hari. Ini untuk tahap pertama," ujar Direktur Utama Siloam Hospitals TB Simatupang dr. Harijanto Solaeman, di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan

Dikatakan Harijanto, tim Siloam Hospitals akan mencoba mengundang 200 orang untuk mendapatkan vaksin per hari. "Tapi mungkin sesuai arahan Kabid Yankes DKI Jakarta, kita juga akan membantu dari tempat lain yang mungkin bisa dilaksanakan di sini. Dosisnya 1/2 cc, pemberiannya dua kali. Sekarang ini tahap pertama. Mungkin kalau orang tua 28 hari kemudian (tahap kedua), berbeda yang masih muda 14 hari, kalau lansia 28 hari kemudian. Kita tetap melaksanakan protokol kesehatan, social distancing, menjaga jarak tetap. Itu tujuannya jangan sampai terjadi klaster baru," ungkapnya.

Harijanto menyampaikan, Siloam Hospitals menurunkan dua tim vaksinator yang masing-masing terdiri dari tiga sampai empat orang. "Saat ini kita menurunkan dua tim, karena diharapkan 200 orang ini bisa diselesaikan dalam 5 jam," katanya.

Menurut Harijanto, Siloam Hospitals akan terus berpartisipasi dan mendukung semua program pemerintah terkait kesehatan, apalagi vaksinasi untuk kepentingan masyarakat agar menghentikan pandemi Covid-19.

"Nanti bagi para orang tua kita yang sudah divaksin tetap harus menjalankan protokol kesehatan karena ini tidak mencegah terinfeksi. Kalau kita pakai protokol kesehatan kita pasti akan terhindar, tapi kalau sampai kena pun itu tingkat morbiditas dan mortalitasnya jauh berkurang," jelasnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta dr Fify Mulyani mengatakan, kriteria manula atau lansia yang dilayani adalah berusia 60 tahun ke atas.

"Di meja satu dilakukan skrining, tapi dari awal lansia juga harus menilai apakah dia diabetes melitusnya terkontrol, kemudian apakah penyakit penyerta itu terkendali atau terkontrol itu harus jelas. Kalau itu tidak terpenuhi sebaiknya tidak mendaftar dulu atau menunda sampai terkendali," katanya.

Fify mengungkapkan, Dinkes DKI Jakarta pada awal pelayanan vaksinasi lansia membuka 73 fasilitas kesehatan terdiri dari 30 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan 43 Puskesmas.

"Setelah itu, kami menambah 10 rumah sakit swasta masing-masing dua rumah sakit per kota, ini termasuk Siloam salah satunya menjadi salah satu pengembangan dari vaksinasi lansia ini," ucapnya.

Fify menambahkan, DKI Jakarta saat ini juga membuka lokasi-lokasi vaksinasi dinamis yang ada di setiap kecamatan. Ini untuk pendaftarannya melalui website dki.kemkes.go.id. Pendaftarnya harus memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI.

"Kami harap masyarakat tetap patuh dengan mendaftar melalui website itu , jangan langsung datang. Karena itu akan membuat risiko melanggar protokol kesehatan 3 M. Setelah mendaftar, tunggu sampai ada panggilan dari faskes. Seperti Siloam saat ini, itu akan melakukan SMS blast atau menghubungi melalui WA, yang sudah daftar akan dipanggil," katanya.

Fify menyebutkan, saat ini sudah ada 260.000 lebih lansia yang mendaftar. "Jadi tiap hari bertambah terus, dan ini memang kami membagi perserta kepada faskes yang ada sehingga akan dipanggil secara bertahap. Jadi kami berharap lansia bersabar, pasti dipanggil, tapi sabar. Jangan langsung datang. Jadi kita target dalam satu bulan ini kita seluruh penduduk DKI," terangnya.

Sementara itu, peserta vaksinasi ibu Siska mengatakan, tidak merasakan sakit ketika disuntik vaksin. "Tidak ada rasa apa-apa. Sebelum divaksin nervous banget karena nggak tahu apa akibatnya. Tapi setelah divaksin tidak ada (keluhan), apalagi di sini profesional banget Siloam, rapih, teratur lagi. Saya dapat info (vaksin) dari medsos," katanya.

Senada, salah satu penerima vaksin lainnya bernama pak Endy mengaku tidak merasakan sakit sama sekali ketika disuntik. "Sama sekali tidak sakit, saya pikir ada sakit ternyata keren banget. Ya pastilah ada khawatir takut (awalnya), tapi ternyata sama sekali tidak terasa. Terima kasih buat event ini. Saya daftar online," tandasnya.



BeritaSatu.com
by Bayu Marhaenjati - BeritaSatu.com