Cinema XXI, CGV Cs Masih Absen Buka Bioskop, Ini Sebabnya

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemprov DKI Jakarta di bawah Gubernur Anies Baswedan sudah Namun, giliran pelaku industri bioskop yang nampaknya ragu untuk segera kembali buka. Mereka terlebih dahulu bakal mengadakan rapat secara seksama sebelum mengambil keputusan buka kembali.

"Kita ada mekanisme, dari 20 hari lalu sudah meeting. Membicarakan setelah PSBB DKI, diperpanjang atau tidak. Selanjutnya kita meeting hari rabu atau lusa besok.

Semuanya, Cinema 21, CGV, Cinèpolis atau Cinemax meeting Rabu jam 1. Evaluasi kebijakan itu," sebut Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin kepada CNBC Indonesia, Senin (12/10).

Rapat tersebut bakal membicarakan sejumlah hal, salah satunya yakni soal kapasitas penonton dengan jumlah hanya maksimal dibatasi 25% dari kapasitas.

Dengan kapasitas tersebut, ia ragu produsen film mau masuk untuk ambil bagian di masa-masa awal pembukaan bioskop. Pasalnya, perlu perhitungan matang dari sisi biaya modal maupun potensi yang diraup dari penayangan film di bioskop.

"Kalau 25% secara logika masalahnya gini. Yang punya film mau nggak. (Rencana) kemarin kapasitas 50% saja mikir-mikir. Bukan kita sendiri. Film nasional ada 100 judul yang belum diputar. Ketika dia mau tayang di bioskop. Dia mikir 50%.
Waduh gimana ya, kan nggak bisa dipaksakan. Dia hitung-hitungan juga, kalkulasinya. apalagi 25%," kata Djonny.

Kehati-hatian ini juga tampak dari sikap PT Nusantara Sejahtera Raya, selaku pemilik brand Cinema XXI, yang belum buru-buru memberikan kepastian kapan bioskop di DKI segera operasi lagi. Cinema XXI belum akan beroperasi dalam waktu dekat di ibu kota.

"Hingga hari ini, Senin, 12 Oktober 2020, Cinema XXI masih belum kembali melakukan kegiatan operasional bioskop di wilayah DKI Jakarta," ujar Head of Corporate Communications & Brand Management Cinema XXI Dewinta Hutagaol yang diterima CNBC Indonesia di Jakarta, Senin (12/10/2020).




Source : CNBC Indonesia/