Pengusaha Mal Pasrah Depok-Bogor Ada Jam Malam

Jam malam diberlakukan di Depok dan Bogor, Jawa Barat karena meningkatnya kasus penularan virus Corona (COVID-19). Imbas kebijakan tersebut, mal atau pusat perbelanjaan harus tutup lebih awal, yakni pukul 6 sore.

Merespons kebijakan tersebut, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) pun pasrah. Pihaknya mengaku mau tidak mau harus taat pada ketentuan itu.

"Ya mau nggak mau di dalam hal ini ya karena ini sudah diputuskan oleh pemerintah ya tentunya pusat perbelanjaan akan mematuhinya," kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) APPBI Alphonzus Widjaja saat dihubungi detikcom, Senin (31/8/2020).

Dia menerangkan, selain melakukan kegiatan usaha, pihaknya di satu sisi sebagai pengelola mal juga punya kewajiban untuk ikut mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).

"Kan di satu sisi juga ada kewajiban karena pusat perbelanjaan itu adalah fasilitas publik, fasilitas masyarakat. Jadi pusat perbelanjaan juga punya kewajiban untuk menjaga kesehatan gitu lho, mempunyai kewajiban untuk ikut secara aktif membantu pencegahan COVID-19," ujarnya.

Dia memahami bahwa ada keseimbangan yang harus diperhatikan, yakni antara kegiatan usaha dan kesehatan.

"Kembali lagi Ini kan harus seimbang itu lho, di mana faktor kesehatan juga menjadi faktor penting karena pusat perbelanjaan itu masalahnya adalah fasilitas masyarakat, fasilitas publik jadi memang mau nggak mau harus ikut aktif membantu pencegahan, nggak ada jalan lain memang harus seperti itu," paparnya.

Alphonzus mengungkapkan bahwa saat ini saja, meskipun mal buka di tengah pembatasan jumlah pengunjung maksimal 50% belum mampu mendorong pendapatan mereka kembali ke normal seperti sebelum pandemi COVID-19.

"Bahwa pembatasan-pembatasan ini kan memang tentunya akan membuat usaha pusat perbelanjaan menjadi tidak maksimal kan. Sekarang saja dengan pembatasan (pengunjung) yang 50% dan sebagainya itu saja belum bisa maksimal," kata dia.

Apalagi saat ini daya beli masyarakat menurut dia sedang melemah. Otomatis penjualan di pusat perbelanjaan ikut terdampak.

"Sebelum pembatasan pun kan masih belum bisa maksimal kan, daya beli, meskipun buka operasional tapi kan tetap daya beli masyarakat turun, penjualan pun masih belum mencapai normal kan. Apalagi dengan ditambah pembatasan ya pasti akan berkurang lagi," paparnya.

Dia menyebutkan, posisi pendapatan mal saat ini baru 30-40% dari kondisi normal sebelum virus Corona merebak.

Adanya pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan akan makin menggerus pendapatan mereka yang diperkirakan turun 5-10% dari posisi saat ini.

"Ya mudah-mudahan tidak terlalu banyak pengurangannya, tapi mungkin diperkirakan bisa sampai 5% sampai 10% karena kan memang justru (mal) ramainya itu biasanya selama ini kan menjelang sore ya, menjelang malam ya. Justru kalau itu dibatasi berarti kan cukup akan berpengaruh ya," tambah dia.

Dia mengatakan sebenarnya saat ini jam kerja karyawan di mal sudah tidak ada shift atau jam kerja bergilir semenjak adanya pandemi COVID-19. Semestinya pengurangan jam operasional tidak mempengaruhi gaji mereka.

"Harusnya tidak terlalu efek ya karena memang sekarang sudah satu shift sebetulnya kan. Selama ini pun sudah satu shift, seharusnya tidak berpengaruh ya (terhadap upah karyawan mal) karena tetap saja satu shift," katanya.

Tapi dia mengatakan, jika pembatasan jam buka berdampak signifikan buat bisnis pusat perbelanjaan maka mau tidak mau akan ada penyesuaian upah.

"Kita lihat sampai sejauh mana efeknya ya (pembatasan jam operasional). Kalau memang efeknya terlalu besar, terlalu berat ya mungkin akan ada penyesuaian (upah). Tetapi kita lihat dulu lah sampai sejauh mana efek pengurangannya ya. Kalau ternyata tidak terlalu berpengaruh ya tidak perlu ada penyesuaian. Ya kita lihat dulu lah," jelasnya.

Sementara itu dia menyebutkan, posisi pendapatan mal saat ini baru 30-40% dari kondisi normal sebelum virus Corona merebak.

Adanya pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan akan makin menggerus pendapatan mereka yang diperkirakan turun 5-10% dari posisi saat ini.

"Ya mudah-mudahan tidak terlalu banyak pengurangannya, tapi mungkin diperkirakan bisa sampai 5% sampai 10% karena kan memang justru (mal) ramainya itu biasanya selama ini kan menjelang sore ya, menjelang malam ya. Justru kalau itu dibatasi berarti kan cukup akan berpengaruh ya," tambah dia.



Source : Trio Hamdani - detikFinance