Bioskop di DKI Diizinkan Buka, Ini Panduan Protokol Kesehatannya

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi (Disparekraf) DKI Jakarta mengizinkan bioskop kembali buka pada masa perpanjangan PSBB transisi. Namun protokol kesehatan wajib diterapkan secara ketat.
Misalnya pembatasan kapasitas penonton. Kepala Disparekraf DKI Cucu Ahmad Kurnia mengatakan maksimal penonton bioskop hanya 50 persen.

"Ada ketentuan umum, kapasitas 50 persen," ujar Cucu saat dihubungi, Selasa (7/7/2020).

Dalam SK itu, penggunaan masker, mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, serta menjaga jarak juga wajib dilakukan, baik oleh karyawan bioskop maupun pengunjung.

Pengelola bioskop wajib menyediakan hand sanitizer. Pengelola juga diminta untuk tidak melayani pengunjung yang datang tidak menggunakan masker.

Cucu mengatakan pengunjung yang hendak masuk ke area bioskop juga akan dicek suhu tubuhnya. Pengunjung yang suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat C tidak diizinkan masuk.

Selain itu, karyawan yang bersinggungan langsung dengan pengunjung wajib menggunakan masker dan face shield. Karyawan juga diminta menggunakan sarung tangan ketika bertugas.

Dalam SK itu, Cucu juga mendorong agar pembelian tiket menggunakan metode pembayaran nontunai. Pembelian tiket juga disarankan dilakukan secara online.

"Disarankan pembelian tiket secara online, diimbau pembayaran dilakukan secara nontunai," ucapnya.

Aturan itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Nomor 140 Tahun 2020. SK itu diteken oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia.

"Bidang pariwisata yang beroperasi pada perpanjangan fase I masa transisi, hiburan dan rekreasi mulai tanggal 6 Juli-16 Juli 2020, bioskop, produksi film, penyelenggaraan pertunjukan/nobar di ruang terbuka," ujar Cucu dalam SK-nya seperti dilihat detikcom, Selasa (7/7/2020).


Source : Detik News