Kebangkitan Sektor Ritel di Normal Baru




Menurut Stefanus, angka pengunjung yang datang ke mal sekarang sudah bagus, dan yang terpenting sudah mulai bergerak roda-roda perekonomian. Karyawan mal-pun masuk lagi dan mendapatkan gajinya. Serta supplier sudah mulai memasukkan barang-barangnya ke toko.

"Jadi kita harus bersabar dengan ini, yang kita perlu adalah kedisiplinan masyarakat akan protokol kesehatan, sehingga mereka merasakan ketika datang berbelanja ke mal, suatu hal yang benar-benar aman dan menyenangkan," ujarnya.

Menurut Stefanus, optimisme itu harus tetap ada, meskipun keadaan saat ini masih dalam masa transisi new normal. Namun, dia yakin seiring berjalannya waktu sektor ritel modern bisa kembali normal secara bertahap

Pada awalnya, dia berekspektasi jumlah pengunjung akan banyak ketika mal dibuka. Namun nyatanya masih di bawah ekspektasi. Dia pun berharap bahwa tenant-tenant atau penyewa-penyewa di mal bisa berjualan kembali, karena untung mereka sangat sedikit dikarenakan pembatasan jumlah pengunjung menjadi 50 persen saja.

Bahkan, untuk restoran yang di dalam mal juga dibatasi jumlah pengunjungnya hingga 30-40 persen, dikarenakan harus menerapkan protokol kesehatan ada jarak minimalnya 1 meter antar pengunjung .

Oleh karena itulah, dia meminta kepada pemerintah untuk membantu pihak pusat perbelanjaan, baik pemilik, dan tenant-tenant, agar mereka bisa dibantu terkait PPN, PPh, dan soal listriknya. Bila dilihat dari penghasilan penjual di ritel modern yang terbatas meskipun mal telah dibuka.

"Saya kira ini akan membantu para penyewa juga bisa bertahan lebih lama, sebab kalau penyewanya tidak tahan dia akan berhenti dan tutup, akhirnya mal yang sudah diizinkan buka akan tutup lagi, menurut saya perlu dibantu oleh pemerintah lebih cepat, apapun yang bisa dibantu supaya kita bisa bertahan dan melewati masa-masa kritis ini," pungkasnya.

Source : IDX Channel